Bodyrafting Di Sungai Citumang

Sungai Citumang masih belum banyak dikenal oleh banyak orang padahal keindahan dan keasrian sungai ini masih terjaga dengan baik. Salah satunya dikarenakan masyarakatnya peduli banget sama kebersihan di hulu sungai. Itu bisa dilihat selama perjalanan menuju pintu masuk. Selokan kecil di pinggir jalan airnya masih jernih dan enggak ada sampah sama sekali. Salute!!

Citumang masuk daerah Kabupaten Pangandaran, lokasinya yang masuk ke dalam pedesaan membuat orang-orang malas untuk berkunjung. Berbeda dengan sungai yang sudah sangat terkenal di kawasan ini yaitu Green Canyon/ Cukang Taneuh yang hampir setiap hari selalu dipenuhi wisatawan. Waktu itu, kita penasaran dengan spanduk ukuran 2 x 1 meter di pinggir jalan dengan tulisan “Wana Wisata Citumang” pas perjalanan pulang dari Pantai Batu Karas. Akhirnya saya putuskan untuk belokin kendaraan ke arah jalan sesuai tulisan di spanduk tadi.

Perjalnan ke Sungai Citumang

Siap-siap aja pantat kalian jadi pegel

Butuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai ke pos tiket wisata citumang dari jalan utama. Jalannya yang masih terbuat dari bebatuan kapur membuat badan pegal-pegal tapi itu sebanding dengan yang kita dapetin pas main bodyrafting. Kurangnya papan penunjuk arah membuat saya sempat kebingungan. Setelah tanya-tanya sama warga, akhirnya kita ketemu sama mang Ade. Dia yang biasa bawa wisatawan yang mau nyobai bodyrafting di Citumang. Orangnya baik, ramah, suka bercanda dan udah pengalaman banget, secara dia asli orang situ 😀 . Sebenernya tiket masuk ke Citumang ini murah, cuma Rp. 10.000 per orang, yang jadi mahal tuh buat sewa life jacket sama bayar jasa guide. Waktu itu sewa pelampung Rp. 25.000 ditambah tip buat guide nya Rp. 50.000. Masih worth it lah kalau kata saya soalnya emang pas harga sama kepuasan pas maen bodyrafting.

Sungai Citumang

Sungai Citumang

Bodyrafting dari garis start sampai finish sekitar 1-2 jam, bisa jadi lama kalau kalian foto-foto dulu dan banyak istirahat (spot foto di Citumang lumayan banyak, siapin aja memori kalian :D) . Katanya disebut Citumang gara-gara ada gua dibawah air terjun, kalau dalam bahasa sunda disebutnya numpang, biar gampang masyarakat sekitar ganti kata tumpang itu jadi tumang atau Citumang (Ci artinya air – b.sunda).

Perjalan di mulai dari hulu sungai. Hulu sungainya mirip kaya mulut gua gitu. Nah, yang paling seru. Di mulut gua ada akar pohon yang horizontal, disini kalian bisa menguji adrenalin dengan naik ke akar pohon dan loncat ke air :). Meskipun tingginya kurang lebih 5 meter tapi bikin nafas berhenti beberapa saat. Selain loncat dimulut gua. Kalian juga selama perjalanan bakalan nemuin air terjun kecil buat dilompatin, tingginya paling dua meter lah. Cocok buat yang takut ketinggian 😛 .

Kalau dateng ke Citumang usahain musim kemarau, biar airnya bening tapi kadang-kadang musim hujan juga bening tergantung hoki sih :D. Terus, karena jalannya kecil, bis besar belum bisa masuk, jadi yang datengnya rombongan/ grup terpaksa harus ganti pakai angkutan pedesaan atau naik ojek. Kekurangannya disana sama sekali enggak ada rumah makan atau restoran buat ganjel perut yang lapar setelah main bodyrafting. Jadi usahakan bawa makanan yang cukup biar perut juga ikutan senang :D.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s