Terdampar Di Semarang

Akhirnya, sekian lama hanya tau Semarang dari peta atau media. Sekarang saya bisa menginjakan kaki di Kota Lumpia ini. Enggak pernah kepikiran sebelumnya buat pergi ke Semarang, toh sama aja kota besar kaya Bandung. Kedatangan kali ini bukan tanpa sebab, soalnya perjalanan ke Karimun Jawa di hari libur lebaran mengharuskan saya singgah dulu di Semarang sebelum akhirnya sampai Jepara, tempat pelabuhan . Setelah perjalanan dari Bandung ke Kroya pakai kereta ekonomi dan pengalaman pertama naik ‘bentor’. Semarang jadi kota berikutnya yang jadi saksi kemalangan dari lima orang yang akan menuju ke Jepara, tempat Kep. Karimun Jawa berada.

Sebelumnya kita naik bis gede dari Kroya menuju Semarang karena bis pertama enggak sampai pusat kota Semarang. Akhirnya terpaksa kita harus turun dan pindah pakai bis yang ukurannya lebih kecil. Kalau udah siang sih enggak apa-apa tapi ini pagi buta, ayam aja masih tidur, kita malah harus pindah-pindah bis.

Jam 4 subuh, belum ada kegiatan yang menunjukan kalau kita masih berada di bumi :D, orang-orang masih di dalem selimut kecuali pekerja-pekerja malam yang nongkrong pinggir jalan buat memenuhi nafsu hidung belang. Berharap bis kedua yang kita naikin bisa bawa kita seenggaknya ke tempat keramaian atau pusat kota, saya dan teman-teman malah disuruh turun lagi tanpa alasan jelas dari si supir. Nebak-nebak dulu ke arah mana harus mulai jalan. Seperti SunGoKong akhirnya kita jalan ke arah barat. Dinginnya Semarang sama sekali enggak terasa malam itu, jalanan sepi, hanya sesekali mobil lewatin kita tanpa menyapa atau menoleh. Mungkin mereka pikir, “siapa sih,orang bego jalan-jalan subuh gini?”.

Untungnya, enggak berapa lama, ada SPBU. Pilihan harus diputuskan cepat sebelum SPBU pindah tempat. Akhirnya kita singgah, langsung cari toilet. Kebetulan toilet deket sama mushola, kaya kebanyakan SPBU di Indonesia, jadi kita bisa bersih-bersih badan dan sedikit lonjoran kaki. Niat awal sih selonjoran kaki doang tapi ternyata badan yang lelah membuat mata saya dan teman-teman jadi ngantuk, nyenyaklah kita diatas sajadah panjang. Lagi enak-enak mimpi, saya kaget soalnya ada beberapa orang yang sedang solat. “Astagfiruloh” dalem hati, “saya udah meninggal?”. Celingukan dikit, oh masih ada teman yang lain, liat jam udah mau jam 5. Ternyata udah adzan subuh dan baru inget kalau kita semua tertidur di dalem mushola :P.

Buru-buru saya bangun, pergi ke toilet. Ikut solat subuh berjamah sebelum akhirnya kita meninggalkan mushola itu. Saya jalan bareng temen-temen, menjauhi SPBU, masih bingung soalnya masih jam 7 kurang. Mau nanya, orang-orang belum pada bangun. Sambil mencoba mengalihkan perhatian dari pegelnya kaki, kita ngobrol ngalor ngidul sambil ketawa cekikian. Sekitar 1 km dari SPBU ada dua orang pria yang lagi asik nongkrong di depan rumahnya. Saya mencoba menghampiri mereka yang kelihatan masih ngantuk tapi maksain buat nongkrong biar tetep keren :D.

“Mas, numpang tanya. Kalau arah ke pusat kota kemana ya?”, pertanyaan standar untuk memastikan kita enggak salah arah.

“Oh, itu lurus aja terus tapi masih jauh dari sini, sekitar setengah jam, De!”, tetap tegar mendengar jawaban si Mas tadi.

“Ade bisa naik angkutan kota yang warna kuning kalau mau tapi masih jarang yang lewat kalau jam segini”, masih tetap tegar mendengar tambahan jawaban si Mas. Udah cukup mas udahhh…!!!

Oke, pilihannya berarti harus tetep jalan sambil nunggu ada angkutan kota yang lewat. Setelah dadah-dadah ke mas-mas yang tadi saya tanya. Jalan pagi pun dilanjutin. “Itung-itung olahraga lah ini!”, temen saya nyeletuk. Ndasmu olahraga, ini masih enak buat dipake tidur :(.

Sebenarnya udah ada 2 angkutan kota yang lewat tapi mereka enggak mau berhenti buat anterin kita (iyalah, wong angkutan kotanya penuh sama orang-orang yang mau ke pasar)Angkutan kota yang ke tiga masih enggak mau anterin kita dan angkutan kota yang ke empat lah yang baik hati mau anterin kita. Meskipun dalam angkot lumayan penuh dengan keranjang ibu-ibu yang mau ke pasar ditambah backpack kita yang gede tapi kerasanya enak aja dari pada harus jalan lebih lama dan lebih jauh lagi.

Setelah 20 menit perjalanan yang emang lewatin beberapa tanjakan dan jalanan gelap, saya dan teman-teman sampai di pusat kotanya Semarang. Yeeeaayyy.. alhamdulilah!! Akhirnya tau juga yang namanya Semarang meskipun enggak ketemu lumpiah.

Kesenangan itu ternyata cuma beberapa detik karena kita enggak tau harus mulai jalan kemana :(. Diskusi dadakan dimulai lagi. Ditemani rokok dan kopi hangat dari pedagang asongan dan gorengan yang hangat karena perut kita mulai lapar.. mulai lapar!! biar diskusinya lancar. Keputusan udah diambil, pilihan pertama, biar ‘terdampar’nya kita di Semarang enggak sia-sia. Kita harus ke tempat-tempat yang jadi favorit kalau ke Semarang. Yeeeee.. kalian tau kan? Betulll.. Lawang Sewu. Ternyata untuk sampai ke Lawang Sewu enggak semudah yang dipikirkan, tanya orang beberapa kali, lewatin pasar, kawasan pecinan yang jadi tempat terbaik untuk perut saya dan naik angkutan umum satu kali. Tapi bener kata orang, kalau Lawang Sewu emang pintu sama jendelanya banyak. Niat itungin satu-satu enggak kesampaian karena guide yang dampingi kita ceritain sejarah Lawang Sewu asik banget, pake cerita-cerita serem segala :D.

Terima kasih sudah menurunkan kita di pinggir jalan

Terima kasih sudah menurunkan kita di pinggir jalan – Pict by @dimasenjoyy

Semarang masih tidur

Semarang masih tidur – Pict by @dimasenjoyy

Advertisements

2 thoughts on “Terdampar Di Semarang

  1. Yah, endingnya kok kayak kepotong…apa lanjut ke part 2 ya…. Ceritain dong tentang Lawang Sewu-nya… Gile…kalian nekat juga ya…jam 4 subuh jalan kaki gitu di kota asing… Nggak ada google maps di HP-kah? Ini andalan saya kalau nyasar soalnya 🙂 Salut dengan keberanian dan tekad kalian…. ditunggu liputan tentang Karimun Jawa-nya….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s