Lawang Sewu, Misteri Kota Semarang

Lawang Sewu, Semarang

Lawang Sewu, Misteri Kota Semarang

Bangunan dengan cat putih yang sudah lusuh terkena polusi itu tetap memancarkan daya tarik tersendiri. Gerbangnya yang menjulang tinggi seakan menjadi pembatas antara dunia nyata dan dunia ‘lain’ yang berada di dalamnya. Perjalanan yang saya lakukan ke Semarang sama sekali tanpa direncanakan. Semuanya berawal karena kesalahan dalam mengambil jadwal keberangkatan yang saat itu bertepatan setelah lebaran. Langkah kaki saya paksakan untuk mendekati gerbang tinggi itu, mengintip apa yang disembunyikan didalamnya. Hingga seorang lelaki berperawakan tegap, berbaju batik menghampiri.

“Mau masuk mas?”, tanya pria itu ramah.

“Iya mas, mau liat-liat”, jawab saya singkat, diamini oleh teman-teman.

“Oh.. kalau begitu harus beli tiket masuk dulu mas, disana!”, sambil menunjuk meja kecil di samping gerbang. Tanpa banyak tanya, kami pun langsung menuju tempat tiket yang ditunjuk pria itu.

Ternyata, untuk bisa masuk ke Lawang Sewu harus bayar tiket masuk sebesar 5 ribu dan guide 100 ribu dibagi 5 orang, jadi total untuk masuk Lawang Sewu 30.000 per orang. Awalnya sempat menolak untuk menggunakan jasa guide tapi pihak pengelola menyarankan dan ‘sedikit’ memaksa untuk menggunakan guide agar cerita dari Lawang Sewu bisa tersampaikan. Oke masuk akal pikir saya. Akhirnya kita setuju menggunakan guide. Setelah semua carrier di simpan di loket tiket (soalnya berat kalau dibawa-bawa) masuklah kita untuk menjelajah Lawang Sewu. Tujuan pertama adalah lantai dasar. Sepanjang perjalanan, guide menceritakan sejarah berdirinya Lawang Sewu waktu jaman penjajahan Belanda. Sebenarnya, jendela dan pintu di Lawang Sewu tidak berjumlah seribu tapi demi keperluan ‘branding‘, akhirnya jadilah nama Lawang Sewu yang artinya Seribu Pintu. Setiap pintu di dalam ruangan banyak yang enggak ada pintunya (gimana ini? Bingung sendiri), jadi kalau d perhatian, kaya cermin lagi berjejer rapi.

Salah satu sudut di Lawang Sewu

Nih, pintu yang enggak ada pintunya tuh kaya gini

Di lantai dasar cuma ada beberapa ruangan yang dulunya dipakai buat kantor (lupa kantor apa). Ada yang menarik di lantai dasar ini, yaitu ruangan bawah tanah yang berfungsi jadi penjara pada jaman dulu. Harus pakai sepatu boot dan headlamp untuk menyusuri penjara (karena harus bayar lagi, jadi saya dan teman-teman cuma ngintip aja). Jangan harap liat penjara dengan pagar besi, penjara ini lebih menyeramkan. Tahanan yang masuk penjara, harus jongkok karena jarak lantai sama atap pendek banget. Terus kaki sama tangannya di pasung, tempatnya yang dibawah tanah punya fungsi buat bikin udara diruangan jadi lembab dan kadang lantai-lantai tergenang air saking lembabnya. Disitulah titik dimana tahanan lama kelamaan mati sebelum akhirnya diganti sama tahanan baru… (hening..).

Penjara Bawah Tanah, Lawang Sewu

Penjara paling mengerikan

Naik ke lantai dua, kondisi bangunan masih sama, pintu berjejer rapi dan beberapa ruangan dengan alat-alat kantor jaman dulu. Bagus untuk foto-foto atau pre-wedding tapi kalau dengar ceritanya enggak ada bagus-bagusnya. Di bagian belakang lantai dua ini, kita bisa liat tanah kosong di belakang gedung dan selokan kecil (dulunya besar) yang jadi tempat ‘sampah’ tawanan perang. Tempat itu merupakan pembuangan kepala orang-orang yang ketangkep Jepang waktu jaman penjajahan. Jika dianggap berbahaya, tawanan langsung dipenggal kepalanya dan dibuang ditempat itu…  (hening lagi..) 

Lantai selanjutnya lebih berbeda dari lantai-lantai lain. Awalnya kita enggak mau buat naik, soalnya si bapa guide dari pas pertama tur dimulai udah bilang mau kasih surprise di lantai paling atas. Seneng mau dikasih surprise berubah jadi rasa takut yang lumayan bikin lemes kaki. Waktu itu, cuma rombongan kita aja yang naik ke lantai atas Lawang Sewu, rata-rata rombongan lain enggak ada yang naik karena aura-aura nya udah beda pas liat anak tangga buat ke lantai atas ini. Biar foto aja yang bicara, gimana keadaan di lantai atas itu yang katanya semua ‘penunggu’ Lawang Sewu berkumpul disitu termasuk ketua umum juga ada disitu (partai kali 😛 )

Tangga menuju lantai atas Lawang Sewu

Dari tangganya aja udah bikin deg-degan

Lantai atas Lawang Sewu

Ini dia tempat berkumpulnya si ‘anu’ Lawang Sewu

Lantai atas Lawang Sewu 3

Lantai Atas Lawang Sewu 2

Advertisements

3 thoughts on “Lawang Sewu, Misteri Kota Semarang

  1. banyak yang bilang lawang sewu ini serem banget, tapi kayaknya enggak terlalu serem deh. kalau malam hari enggak tahu sih tapi :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s