Traveling Ke Kawah Ijen

Batas Wilayah Sebelum Ke Kawah Ijen

Udara yang menusuk kulit meyakinkan saya kalau saat itu sudah berada jauh dari atas permukaan laut. Matahari masih setengah jalan menuju peraduannya. Pemandangan sore itu hanya tanah lapang luas mirip lapangan sepak bola dengan beberapa pondokan untuk beristirahat. Bangunan-bangunan permanen berada di sebelah Selatan tanah lapang tersebut yang didominasi oleh warna yang khas setiap memasuki wilayah perhutaan di Indonesia, hijau tua. Tak jauh, bangunan lain berada di depannya dengan banyak spanduk dan tulisan-tulisan merek makanan dan minuman yang kemudian saya tahu kalau itu adalah tempat makan. Satu-satunya tempat yang tidak terlalu ramai tapi cukup meyakinkan saya kalau saat itu saya sudah benar-benar berada di tempat yang benar, ya, Pos Paltuding.Pos Paltuding merupakan pos penjagaan sebelum memasuki Kawasan Kawah Ijen. Turun dari truk pengangkut sayuran, langkah kaki saya, detri dan 3 teman lain langsung menuju pondokan di sisi tanah lapang. Ritual yang tidak bisa terlepaskan dari perjalanan hari itu, makan siang. Sebelumnya, memang kami sudah membeli makanan di warung nasi ketika berada di Kota Banyuwangi. Bukan tanpa sebab, banyak beredar kabar kalau makanan di sekitar Pos Paltuding lebih mahal. Jadi, daripada kelaparan dan uang kehabisan, akhirnya nasi bungkus pinggir jalan jadi pilihan. Udara dingin membuat nasi bungkus dengan lauk dan sayur menjadi sangat nikmat untuk sang perut, tak sampai 30 menit, semua makanan sudah habis tinggal bersisa bungkusnya saja.

The beauty of Kawah Ijen

The beauty of Kawah Ijen

Perjalanan ke Pos Paltuding ini tidak terlalu susah, pun jarak yang tidak begitu jauh dari Kota Banyuwangi. Hanya saja, transportasi masih sangat jarang dan cukup sulit. Pertama, jika sudah berada di Kota Banyuwangi, bisa menggunakan ojek dan langsung turun di Pos Paltuding dengan ongkos sekitar 75.000. Nah, untuk rombongan seperti saya dan teman-teman saat itu. Transportasi menggunakan ojek tidak bisa sama sekali karena harga akan menjadi sangat mahal. Saat pertama kali kedatangan kita ke Kota Banyuwangi dan sebelum ke Taman Nasional Baluran, beberapa orang sudah menawarkan diri untuk mengantar ketika kami mengatakan kalau tujuan selanjutnya setelah Taman Nasional Baluran adalah Sang Pemilik Api Biru, Kawah Ijen tapi tawaran-tawaran tersebut tidak membuat hati saya tertarik, alasannya adalah kemahalan 😀 . Kisaran harga yang ditawarkan sekitar 400 – 700 ribu per orang untuk ke Baluran dan Kawah Ijen, haaaahh.. Bagaimana? Mahal banget kan? Tapi itu sudah full service, mobil, makan siang dan tiket masuk tapiiii.. tetap saja tidak menggiurkan untuk saya dan teman-teman 😀 .

Akhirnya, transportasi yang jadi pilihan adalah sewa angkutan kota/desa sampai kecamatan Licin atau Jambu dilanjut menggunakan truk pengangkut belerang tapi saat itu truk pengangkut belerang sudah tidak ada, jadilah truk pengangkut sayuran dengan sopir dan konduktur yang baik hati mengantarkan kita ke Pos Paltuding. Ongkosnya? Karena kita berangkat dari pintu masuk Taman Nasional Baluran, untuk sewa angkutan desa adalah 40.000 per orang dengan jumlah 5 orang jadi total 200.000 untuk sampai ke Kecamatan Licin. Sebenarnya perjanjian dengan supir kita bakalan diantarkan ke Jambu yang lebih dekat ke Pos Paltuding dan ‘katanya’ banyak truk pengangkut belerang disana tapi karena mobil yang tidak kuat lagi menanjak ditambah ada arak-arakan festival anak yang bikin jalan jadi macet dan yang paling kebetulan di belakang mobil yang kami tumpangi ada si cantik, truk pengangkut sayuran. Jadilah saya buru-buru keluar mobil dan tanya ke kondektur untuk menumpang ke Pos Paltuding. Dengan muka sumringah dan ramah, kondektur mengiyakan permintaan saya untuk ikut ke Pos Paltuding karena kebetulan arah mereka sama. Ditengah kemacetan, 5 orang anak muda buru-buru keluar dari angkutan desa, setelah pintu bak truk dibuka oleh kondektur. kita semua naik ke atas truk yang ternyata didalamnya sudah ada tumpukan jagung kering hasil tani. Perjalananya asik, jalanan naik turun, rimbunnya pohon membuat suasana adem meski matahari menyengat terik. Nebeng truk kaya gini sebenernya enggak dipungut bayaran tapi buat ucapan terima kasih, kita patungan 10.000 ribu per orang.

Nah.. Kalau udah sampai di Pos Paltuding jangan lupa buat lapor sama beli tiket dulu ke pos penjagaan. Harga tiketnya masih 5000 per orang buat lokal, kalau buat mancanegara 100.000. Udah gitu, nanti ditunjukin tempat buat bikin kemah (kalau yang bawa tenda dan niat camping), tempatnya di tanah lapang luas tadi. Waktu itu cuma saya dan teman-teman aja yang camping jadi lumayan sepi. Dari tempat kemah, pemandangan buat sunset cukup bagus loh, apa lagi kalau enggak ada kabut. Kaya di savana gitu J . Kalau pas malem, engga malem bgt sih, sesudah magrib lah, arahkan pandangan kalian ke atas langit (kalau engga mendung & hujan), bintang-bintangnya keliatan jelas, terang dan banyaaakkk banget. Asik bener pokonya mah.

Milkyway on Kawah Ijen

Ini nih, kaya gini bintangnya, biasa bgt kan? Enggaaaak!!!

Buat ke Kawah Ijennya, harus jalan kaki dari Pos Paltuding sekitar 1-2 jam, tergantung dari kalian, banyak berhenti apa enggak. Jalannya pasir jadi lumayan licin kalau pas musim kemarau, pilih jalan yang agak basah atau lembab biar enggak tergelincir pas pulangnya. Kalau mau liat blue fire (bukan kompor rinnai), dari Kawah Ijen kalian harus jalan lagi ikutin jalur, jalananya udah enggak nanjak lagi ko tapi menurun dengan anak tangganya bebatuan. Harus hati-hati dan usahain bareng sama orang-orang. Salah sedikit bisa-bisa nyasar, soalnya jalannya udah enggak beraturan sama sekali. Perjalanan ke bawah kurang lebih setengah jam, selama perjalanan udah bisa liat blue fire yang katanya cuma ada dua di Dunia. Kalau mau lebih jelas, jalan aja terus ke bawah. Kalian bisa liat sampai jarak kurang lebih 10 meter. Amzziing banget pokonya.. Udah punya rencana buat traveling ke Kawah Ijen? Buru-buru deh sebelum Kawah Ijen jadi enggak indah lagi.

Blue Fire of Kawah Ijen

Blue Fire Kawah Ijen, Jaraknya deket banget tapi enggak panas, cuma bau belerang aja 😛

Photo Credit : gilangsetiar.blogspot.com / our friend and awesome photographer, visit his blog to see more picture 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s